Aku adalah remaja biasa yang bisa dibilang remaja yang penyendiri aku berasal dari keluarga yang keras dalam mendidik dan terlalu banyak aturan yang terkadang membuatku jenuh. Ayahku adalah seorang pejabat dan ibuku juga pejabat bisa dibilang aku adalah anak orang kaya. Aku mempunyai satu orang adik laki-laki yang masih SMP kelas 3 sementara aku sendiri kelas 3 SMA sesaat lagi aku akan kuliah.
Aku termasuk anak yang tidak terlalu berprestasi hanya masuk 10 besar saja ayah dan ibuku terlalu sibuk dengan urusan mereka jadi dirumah aku hanya bersama pembantu dan supir saja. Disekolahku ada laki-laki yang mencintaiku dia bernama Randy. Randy bukan anak orang kaya, tidak berprestasi dan tergolong badung disekolah. Namun entah mengapa aku bisa begitu mencintainnya padahal dia juga tidak tampan biasa saja, namun aku begitu terbuai oleh rayuannya, kata-katannya, candannya segala-segalannya.
Berungkali sahabatku satu-satunnya Merlina menasihatiku agar tetap fokus pada pelajaran dan jangan terlalu berlebihan karena nilai sekolahku sudah mulai turun namun nasihat itu kuabaikan karena kumerasa Randy adalah seseorang yang paling baik satu dunia dia begitu perhatian, mau mendengarkan keluh kesahku. Suatu hari aku terbuai oleh cinta aku benar-benar buta sampai aku terjebak dalam pergaulan bebas yang belum sepantasnya aku lakukan hingga pada suatu hari aku mulai curiga karena tidak haid 2 minggu namun aku belum membeli alat tes kehamilan, namun pada jam istirahat perutku mual, rasa curigaku semakin bertambah akhirnnya sepulang sekolah aku membeli alat tes kehamilan dengan uang jajan yang masih utuh uang 50 ribu yang sengaja tidak kupakai karena aku biasa membawa bekal kesekolahku uang itu hanya untuk sangu sekolah.
Sesampainnnya dirumah dengan langkah perlahan aku masuk kedalam kamar mandi dan apa yang terjadi? walau sebanarnnya tak mau melihat tetapi aku akhirnnya mengetahui juga. Hasilnnnya positif ya, aku hamil aku kebingungan harus kuapakan janinku ini ya aku harus menghubungi Randy. Parah, teleponnya tidak diangkat namun aku tak peduli aku hubungi saja nomornya dan akhirnya nyambung juga.
Hatiku menyesal sangat menyesal aku merasa aku manusia paling bodoh dan terkutuk bagaimana dengan orangtuaku? Randy tidak mau bertanggung jawab dia malah menudingku berpacaran lagi dengan pria lain. Keesokan harinnya aku melihat Randy tengah asyik berduaan dengan perempuan lain yakni ify adik kelasnnya. Ify masih kelas 2 SMA. Randy terlihat begitu perhatian sudahlah aku pasrah saja aku memutuskan untuk mengugurkan kandunganku tapi aku takut. Uang darimana? Lalu kalau orangtuaku tau? Putus sudah harapanku untuk kuliah.
Aku berterus terang dengan orangtuaku betapa marahnnya ayah dan ibu apalagi setelah tau Randy tidak mau bertanggung jawab jadi mau tidak mau aku harus dikeluarkan dari sekolah karena orangtuaku mengadu kepihak sekolah dan teman-teman hanya dapat menggunjingku. Dan aku terpaksa aku harus angkat kaki dari rumah nan megah ini dan membawa dan merawat janinku nanti.
Penulis Cerita: Angela
