Kami Pindah Kesini

Rabu, 15 Januari 2014 | komentar

Nasreddin dan istrinya menghabiskan hari dengan berbelanja setelah mendapat uang dari hasil panen. Mereka membeli peralatan rumah tangga dan beberapa perhiasan. Ketika mereka sampai di rumah, mereka tidak langsung membukanya. Mereka segera menuju kamar tidur dan tidur dengan nyenyak karena mereka sangat lelah.
Selama dia tidur, istrinya memimpikan sesuatu yang sangat menakutkan lalu istrinya terbangun. Ketika dia terbangun, dia mendengar suara berisik di ruang tamu. Dia segera bangun dan menuju pintu dan melihat keluar. Di ruang tamu, dia melihat seorang pria mengambil barang miliknya. Lalu dia membangunkan suaminya.
“Ada apa?” Tanya Nasreddin yang masih mengantuk.
“Tidak kah kamu mendengar suara berisik?” kata istrinya.
“Apa yang berisik?” Tanya Nasreddin.
Dia mencoba untuk mendengar lalu pergi menuju pintu untuk mengintip keluar seperti yang istrinya lakukan.
“Apakah kamu melihat pencuri?” Tanya istrinya.
“Jangan terlalu berisik,” bisik Nasreddin. “Saya tahu dia. dia tinggal di jalan buntu sana.”
“Tangkap basah dia.”
“Tidak! dia akan kabur dan tetangga kita akan terbangun. Mereka akan mengejek saya karena saya tidak dapat menangkap pencuri,” bisiknya.
“Mengapa kamu tidak dapat menangkap dia?”
“Tidak kah kamu tahu kaki kiriku terluka kemarin?” dia menjawab.
“Tidak usah cemas. tunggu beberapa menit, dan dia akan menyelesaikannya.”
“Bagaimana bisa kamu tidak melakukan sesuatu ketika pencuri itu masuk ke rumah kita?” bisik istrinya yang marah.
Tak lama setelah mereka mendengar pencuri membuka pintu depan dan berjalan keluar dengan bungkusan besar berisi barang berharga.
Lalu Nasreddin memberitahu istrinya tentang kebiasaan si pencuri. “Dia akan menaruh barang berharga itu di rumahnya sebelum ia menjualnya. dan dia akan berjalan menuju rumahnya melewati jalan yang panjang untuk menghindari patroli petugas,” katanya. “Ayo!”
Nassredin dan istrinya mengambil jalan pintas menuju rumah pencuri, Mereka membuka pintu rumah pencuri itu dan pergi ke kamar tidurnya. Lalu mereka tidur disana.
Beberapa menit kemudian mereka mendengar sebuah suara dari arah pintu. Si pencuri pulang ke rumah, membawa barang berharga hasil dia mencuri dari rumah Nassredin. Dia terlihat sangat lelah. Dia meletakkan bungkusan besar di atas meja dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Dia membawa segelas air menuju meja, meminumya dan duduk. Segera ia merasa mengantuk.
Ketika ayam jantan berkokok pertama, si pencuri terbangun. Dia menguap dan meluruskan lengannya. dia tetap tertidur, jadi dia berjalan menuju kamar tidurnya. tetapi dia sangat terkejut menemukan Nassredin dan istrinya sedang tidur disana.
“Siapa kamu?” Si pencuri bertanya.
Pria itu berbicara keras sehingga membuat dua orang yang sedang tidur bangun.
“Siapa kamu?” Tanya si pencuri lagi.
“Nassredin!”
Pria itu membuka matanya lebar-lebar. Dia tetap merasa mengingat mencuri di rumah Nassredin. Lalu dia berkata, “Apa yang kamu lakukan di rumahku?”
“Baiklah, kami pindah kesini!” kata Nassredin dengan sebuah senyuman.
“Ini bayaranmu telah menolong kami membawakan barang berharga kami kesini!” tambah Nassredin, melemparkan sebuah selimut untuk si pencuri.
Penulis Cerita: Rosario Grace Olivio
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami