Langkah Pemikiran

Selasa, 07 Januari 2014 | komentar

Seorang yang bernama ethan namun lebih sering di panggil Thee, dia hanya seorang pemuda biasa yang berjalan diatas kehidupan namun tak terlalu hidup dalam kenyataan. DIa selalu berpikir kenapa dirinya selalu biasa, selalu kurang terhadap kesan dan pengalaman hidup disbanding orang-orang lainnya.
Namun pada suatu waktu Thee melakukan rutinitas kesehariannya, dia mask dan belajar seperti biasa di sekolahnya, namun karena kelelahan dia tertidur di kamarnya. Sebangun dari tidur, disaat kesadarannya belum terkumpul dengan pandangan yang kurang jelas dia melihat seseorang duduk di ruang tengahnya, dia sedikit bingung dan takut karena dia hanya tinggal sendiri dan dia ingat bahwa sebelum tidur pintu luarnya terkunci. Karena penasaran dia berjalan keluar pintu kamar dan ditemukanlah orang itu sedang berdiri memandangi foto foto yang terpajadang didinding. Thee pun serontak kaget karena sosok yang di temuinya itu sangat mirip dengan dirinya.
Thee pun bertanya “siapa dirimu?” lalu orang itu menjawab dengan tersenyum “aku ethan”. Dengan rasa penasaran dan bingung yang luar biasa Thee pun bertanya lagi “kenapa kamu disini? Apa yang kamu lakukan? Kenapa rupamu sama mirip denganku?” seorang itupun menjawab “Aku disini karena kau membutuhkan bantuanku, hal mengenai kemiripan tentu tak perlu di perbincangkan lagi karena aku adalah buah hasil pemikiranmu”. Theepun semakin tak mengerti tetapi thee mengajak orang itu duduk santai di lantai dan mengajaknya bicara, karena terlalu banyak pertanyaan yang muncul dikepala Thee.
Thee memulai lagi dengan pertanyaan “apa yang kamu maksud aku membutuhkanmu? Kurasa semua walau tak lengkap tapi sudah cukup untukku, tak perlu bantuan lagi” orang itupun sedikit tertawa dan membalikkan lagi pertanyaan Thee “sungguhkan? Apalah segelintir pertanyaan yang selalu kau tanyakan pada dirimu tentang kurangnya kesan hidup di depan matamu itu bisa dibilang suatu kecukupan?” Thee kaget karena orang itu tau tentang hal tersebut lalu Thee bicara “Dari mana kau tau semua itu? Iya aku akui itu kekurangan terbesar dalam hidupku, jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang? Kembaran Thee pun menjawab “tak penting dari mana aku tau, aku sudah bilang dari awal, aku dating karena kau butuhkan itulah yang terpenting” “baiklah, buktikan jika kau bisa membantuku, sederhana saja, karena cuaca yang hujan dan dingin ini maka bisakah kau buat suasana perbincangan kita menjadi lebih hangat?” Dengan cepat kembaran Thee tersebut mengeluarkan semacam bola api dari tangannya dan seketika suasana menjadi hangat. Thee pun terkejut “wow, itu hal yang hebat, jika benar kau akan membantuku itu berarti tak lama lagi maka kehidupanku bisa menjadi lebih berwarna”. Namun orang itu dengan tersenyum bicara “aku mungkin hanya muncul sekali ini dalam hidupmu, itupun tak akan lama, mungkin sebentar lagi aku akan harus pergi”.

Seketika Thee pun murung mendengan perkataan orang tersebut, lalu dia bertanya dengan sedikit sedih “kenapa begitu? Kau bilang akan membantuku memenuhi kebutuhanku, padahal aku kira di awal kau bisa membuat hidupku menjadi lebih hidup dari sebelumnya”. Kembaran Thee pun menjawab “tak perlu murung dan sedih begitu, sebenarnya selama ini hidupmu sudah sangan berwarna dan berkesan hidup, hanya saja kau tak sadari dimana kesan itu terjadi dan sekarang aku akan beritahu sedikit rahasianya, semua itu terjadi didalam pemikiranmu, jika kau mau melihat bukti, buktinya adalah api yang ku keluarkan tadi ddan bukti yang lain adalah aku. Itu semua adalah hasil dari langkah pemikiranmu, itulah kesan kehidupan yang mestinya kau syukuri.” Thee mulai sedikit mengerti dengan apa yang orang itu bicarakan, lalu ia bilang “mungkin semua sudah mulai jelas tapi tetap masih banyak pertanyaan di otakku” orang itupun menjawab “semua seudah seharusnya bisa kau jawab dengan hati dan pemikiranmu. Maaf sepertinya waktu kita berbincang sudah habis” orang itu tersenyum lalu keluar pintu dan akhirnya menghilang. Thee pun melihat jam dan mengingat inilah waktunya meminum obat Prozac yaitu obat untuk penderita szhizofrenia. Setelah kajadian tersebut Thee mulai menjawab semua pertanyaan dan meluhan dengan hati dan pemikirannya. Juga ia mulai sadar dengan kesan kehidupan yang di cetak dari langkah-langkah pemikiran yang ia dapat.

Pengarang Cerita: Abiyyu
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami