Seperti biasa, aku dan ketiga sahabatku yaitu putra, faisal dan jasmine selalu menaiki becak mini setiap kali kita ingin pergi kemanapun, atau hanya sekedar jalan-jalan melihat keindahan alun-alun kota. Biasanya, faisal yang mengendarai, biasanya juga sih putra dan faisal bergantian untuk mengendarainya. Kami betul-betul sangat menyukainya. Pokoknya aku gak akan pernah lupa masa-masa seperti ini, mereka juga begitu.
Hari ini putra tidak masuk sekolah karena kecapean dan sakit kakinya, karena kemarin saat kita menaiki becak mini , putra yang mengendarainya tak sengaja ngebut dan menabrak tiang listrik, alhasil becak mini yang kami naikki itu menabrak tiang listrik, kami sih tidak apa-apa, kami hanya kaget saja. Tapi, yang kasihan itu putra, dia terlempar dan kakinya terkena badannya faisal, karena faisal ingin mengetahui keadaan putra, eh malah dia tertindih oleh kakinya putra. Tapi untungnya faisal tidak apa-apa, hanya pegal-pegal badannya. Maka dari itu putra tidak masuk, awalnya kami ingin sekali menjenguknya, tapi dia menolak mentah-mentah dengan alasan katanya dia tidak ingin dijenguk oleh siapapun. Yasudahlah kalau begitu.
Keesokan harinya putra masuk dengan kondisi yang baik-baik saja, padahal saat kejadian kemarin lusa dia benar-benar terlihat sangat parah kondisinya. Tapi, tanpa ada putra kelas terasa sangat sepi sekali, karena dia benar-benar sahabat yang bisa bikin ketawa deh pokoknya, suka ngelawak gitu istilahnya. Dan dengan cita-cita-nya yang ingin menjadi pemain timnas itu benar-benar membuat dia sering berlaga seperti pemain timnas sungguhan. Kemarin putra yang tidak masuk, sekarang jadi faisal yang tidak masuk. Tapi kami bertiga tidak ada yang tahu kondisi faisal saat ini, padahal aku dan faisal semalem abis telpon-telponan sampe malem, tapi kok malah dia gak masuk, padahal dia bilang kalo besok sekolah dia mau memberi coklat pada kami.
Sehabis pulang sekolah kami berniat untuk pergi ke rumah faisal untuk mengetahui keadaannya saat ini. Sesampainya di rumah faisal kami hanya bertemu dengan adiknya yang bernama aka. Kami pikir mereka sekeluarga sedang pergi keluar kecuali aka yang tidak suka untuk pergi kemana-kemana. Tapi ternyata yang kami pikirkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Aka bilang faisal dan mama-papanya sedang pergi ke bogor untuk melakukan pertemuan dengan seseorang. Aka tidak tahu siapa orang yang dimaksud, tapi yang aka katakan kalau orang itu adalah seorang dokter.
Sepulang dari rumah faisal, kami merasa sangat penasaran mengapa faisal dan keluarganya sedang melakukan pertemuan dengan seorang dokter, padahal setahu kami faisal dan keluarganya tidak ada yang sakit karena kemarin dia bilang keluarganya baik – baik saja saat aku bertanya bagaimana kabar keluarganya. Kami pulang dengan rasa hampa yang sangat mendalam, kami merasa faisal jahat karena dia telah menyembunyikan sesuatu hal dari kami, tapi kami tak pernah tahu apa itu. Kami jadi mikir yang aneh-aneh dengan faisal, padahal kami tahu faisal adalah orang yang paling terbuka pada sahabatnya sendiri yaitu kami.
Keesokan harinya faisal masuk, tapi kami diam saja. Kami masih marah karena kami merasa faisal telah jahat pada sahabatnya sendiri. Tapi kali ini beda, faisal tidak secerah sebelumnya, biasanya dia selalu bisa mencairkan suasana kalau-kalau dia tahu kalau kita para sahabatnya sedang terlihat marah padanya. Kali ini dia sangat terlihat tidak bersemangat, dan wajahnya benar-benar pucat pasi, dan sepertinya dia sedang banyak masalah sampai-sampai dia belum menerjakan PR Matematika, padahal kalau ada PR Matematika dia tidak pernah absent untuk mengerjakannya. Akhirnya dia dihukum oleh bu retno, berdiri di depan kelas hingga pelajaran berakhir. Kami tidak tega melihat faisal dihukum, tapi mau bagaimana lagi, apapun yang dikatakan bu retno harus dipenuhi oleh siapapun yang ditunjuknya.
“BRAKkKkKk…… “
Kami benar-benar kaget karena belum ada 5 menit faisal dihukum dia sudah jatuh pingsan dengan memegangi dadanya yang terlihat sangat sesak. Bu retno dan pihak sekolah langsung membawa faisal ke rumah sakit. Pelajaran pun tetap dilanjutkan, tetapi kami tidak bisa tenang karena khawatir dengan keadaan faisal. Setelah pulang sekolah kami bergegas untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguk faisal.
Kami benar-benar kaget karena belum ada 5 menit faisal dihukum dia sudah jatuh pingsan dengan memegangi dadanya yang terlihat sangat sesak. Bu retno dan pihak sekolah langsung membawa faisal ke rumah sakit. Pelajaran pun tetap dilanjutkan, tetapi kami tidak bisa tenang karena khawatir dengan keadaan faisal. Setelah pulang sekolah kami bergegas untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguk faisal.
Setelah sampai di rumah sakit, kami tidak melihat faisal di kamarnya ternyata, kata dokter faisal sudah pulang dari tadi, karena kondisinya sudah membaik. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah faisal.
Setelah sampai di rumah faisal , kami melihat faisal sedang makan, lalu kami pun menghampirinya. Kami pun lalu berbincang-bincang dengannya, dan kami juga meminta maaf pada faisal sejak kejadian tadi, dan untung saja faisal mau memaafkan kami. Dan seperti biasa faisal selalu ngelawak, walaupun terkadang agak sedikit jayus.
“kenapa kalau di computer selalu bertuliskan enter?” Tanya faisal
“gatau.. emang apa sal?” kata kami serempak
“karena kalau entar, gak bakalan jalan-jalan dong” jawab faisal dengan tersenyum
“Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahah,, “ kami pun tertawa terbahak – bahak dihabiskan oleh larut-nya malam. Kami pun memutuskan untuk pulang, kami sangat bahagia karena kondisi faisal sudah baik-baik saja.
Setelah sampai di rumah faisal , kami melihat faisal sedang makan, lalu kami pun menghampirinya. Kami pun lalu berbincang-bincang dengannya, dan kami juga meminta maaf pada faisal sejak kejadian tadi, dan untung saja faisal mau memaafkan kami. Dan seperti biasa faisal selalu ngelawak, walaupun terkadang agak sedikit jayus.
“kenapa kalau di computer selalu bertuliskan enter?” Tanya faisal
“gatau.. emang apa sal?” kata kami serempak
“karena kalau entar, gak bakalan jalan-jalan dong” jawab faisal dengan tersenyum
“Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahah,, “ kami pun tertawa terbahak – bahak dihabiskan oleh larut-nya malam. Kami pun memutuskan untuk pulang, kami sangat bahagia karena kondisi faisal sudah baik-baik saja.
Keesokan harinya kami diajak oleh faisal untuk naik becak mini, kami pun setuju dan akhirnya kami memutuskan untuk naik becak mini. Tapi kali ini aneh, tempat yang paling tidak mau dikunjungi faisal sekarang menjadi tempat yang di pinta pada kami untuk kesana. Yaitu KALI KHILO. Tempat itu benar-benar menyeramkan, tak ada seorangpun yang berani melewatinya, kalau di siang hari sih masih banyak yang melewatinya walaupun agak sedikit enggan. Tapi anehnya faisal meminta kami untuk kesana pada malam hari, padahal orang dewasa saja masih enggan melewatinya di siang hari apalagi malam hari.. serammm
Apa boleh buat kami tidak punya pilihan lain, akhirnya kami menuruti permintaan faisal, karena dia ngomongnya udah ngelantur jadinya kita takut banget.
“kalau entar aku mati, pokoknya kalian yang paling aku salahin karena kalian gak mau nurutin permintaan aku yang terakhir kalinya” katanya dengan nada yang merajuk
Akhirnya kami menyewa becak mini dan kami pun menaikinya dan dikendarai oleh putra. Sesampainya disana kami sangat merasa ketakutan sekali, karena tidak ada penerangan sama sekali. Tapi anehnya faisal yang terkenal sangat penakut sangat berani sekali dan dia sampai nekat untuk pergi ke rumah seberang kali khilo untuk melihat perempuan yang katanya misterius. Tapi kami tidak mengizinkannya karena kami tidak ingin faisal kenapa-kenapa. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kami sih merasa sangat bersalah sama faisal karena membuatnya menangis karena kami tidak mengizinkannya untuk pergi ke rumah itu. Tapi mau bagaimana lagi ini juga kami lakukan demi keselamatan dia sendiri.
“kalau entar aku mati, pokoknya kalian yang paling aku salahin karena kalian gak mau nurutin permintaan aku yang terakhir kalinya” katanya dengan nada yang merajuk
Akhirnya kami menyewa becak mini dan kami pun menaikinya dan dikendarai oleh putra. Sesampainya disana kami sangat merasa ketakutan sekali, karena tidak ada penerangan sama sekali. Tapi anehnya faisal yang terkenal sangat penakut sangat berani sekali dan dia sampai nekat untuk pergi ke rumah seberang kali khilo untuk melihat perempuan yang katanya misterius. Tapi kami tidak mengizinkannya karena kami tidak ingin faisal kenapa-kenapa. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Kami sih merasa sangat bersalah sama faisal karena membuatnya menangis karena kami tidak mengizinkannya untuk pergi ke rumah itu. Tapi mau bagaimana lagi ini juga kami lakukan demi keselamatan dia sendiri.
Keesokan harinya kami tidak masuk sekolah alias diliburkan oleh pihak sekolah, karena katanya ada rapat dadakan para guru. Akhirnya kami memutuskan untuk main ke rumah faisal, tapi saat sampai di rumahnya pemandangan yang betul-betul tidak enak kami lihat di depan pagar rumah faisal. Yaitu ada sebuah bendera kuning yang terpasang, kami tidak tahu siapa yang meninggal, akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke dalam rumah faisal. Tapi anehnya kami tidak melihat faisal sedikit pun, jujur kami takut, sangat takut, kami takut, apa yang kami pikirkan benar-benar sesuai dengan kenyataannya. Ternyata dugaan kami tidak salah, FAISAL SUDAH TIDAK ADA, 1 JAM YANG LALU DIA MENEMBUSKAN NAFAS TERAKHIRNYA, DI RUMAH SAKIT ARUM KARYA BHAKTI DENGAN KONDISI YANG SANGAT MENGKHAWATIRKAN. Terus terang kami kaget kami tidak menyangka hal ini akan terjadi pada sahabat kami sendiri yaitu faisal, kami pun tak dapat menahan tangis, akhirnya kami pun menangis di atas kain yang menutupi tubuhnya. Dan berteriak memanggil namanya FAISALLL JANGAN TINGGALIN KAMI
Seminggu setelah kepergiannya , kami masih dalam keadaan duka, kami belum bisa percaya terhadap hal itu, kami seakan-akan hanya bermimpi akan kehilangan faisal secepat itu, ternyata benar dugaan kami sejak awal ternyata faisal menyembunyikan sesuatu hal dari kami yaitu. “DIA MENDERITA PENYAKIT JANTUNG”. Kami benar-benar tidak menyangka, tapi kami ingat satu pesan dari dia yaitu “KALAU AKU SUDAH MATI, AKU JANJI AKU AKAN PERGI KE RUMAH SEBERANG ITU TEPAT SETELAH SEMINGGU KEPERGIANKU. DAN AKU AKAN MASUK UNTUK MENEMUKAN WANITA MISTERIUS ITU, DAN AKU AKAN MEMBUKTIKAN KALAU WANITA MISTERIUS ITU TIDAK PERNAH ADA” katanya saat itu.. kami pun sangat kaget dan kami tidak pernah menyangka bahwa kami benar-benar satu pikiran, dan kami serempak berteriak “rumah seberang itu berarti”… “RUMAH KALI KHILO” . akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah itu.
Saat sampai di rumah itu, kami kaget, ternyata sudah ramai sekali di depan rumah itu dan kami tidak tahu apa yang sedang terjadi. Akhirnya kami pun bertanya pada juru kunci rumah kali khilo tersebut. Akhirnya setelah cukup lama kami bertanya, kami pun mendapatkan jawaban dari juru kunci rumah kali khilo itu. Bahwa kemarin ada yang melemparkan sebuah batu yang bertuliskan ajakan untuk datang ke rumah itu, dan saat pak usman yang bekerja sebagai juru kunci itu datang ke dalam rumah itu dan di pintu itu bertuliskan “BACA BUKU DI ATAS MEJA RIAS DAN TEMUKAN JAWABAN PADA HALAMAN 13 SESUATU YANG SELAMA INI SELALU DITANYAKAN SEMUA ORANG?” kata pak usman . dan saat itu pak usman menemukan sebuah foto dan foto itu bertuliskan “KARINA 13 03 2001” . jujur pak usman memang benar-benar sangat kaget karena di saat itulah anaknya menghilang. Pak usman sendiri tidak tahu dimana anaknya sekarang dan saat itu pun pak usman tahu anaknya ada di rumah itu dengan kondisi yang mengenaskan karena selama beberapa bulan ini dia tertimpun oleh lemari. Tetapi setiap hari dia selalu berusaha untuk mencoba berteriak memanggil siapapun yang ada. Tetapi sayangnya tidak ada orang yang berani untuk masuk dan mencari tahu asal muasal suara itu. Dan sejak saat itu pak usman tahu anaknya sudah meninggal dunia.
Jujur kami heran mengapa semua itu dapat terbongkar, padahal dari semua cerita yang dijabarkan oleh pak usman tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah itu. Tapi kami kaget disaat yang bersamaan jasmine menemukan selembar kertas jatuh dari buku itu dan bertuliskan “AKU SUDAH MEMBUKTIKAN PADA KALIAN BUKAN KALAU DI RUMAH SEBERANG INI TIDAK ADA PEREMPUAN MISTERIUS. SEKARANG SEMUANYA SUDAH TERBONGKAR BAHWA TIDAK ADA YANG NAMANYA HANTU DI RUMAH INI.. SELAMAT TINGGAL YA SOBAT, SEKARANG KEINGINAN KU SUDAH TERWUJUD. KALIAN BAIK- BAIK DISANA YAH”
FAISAL
Kami tidak menyangka faisal benar-benar membuktikannya, terimakasih faisal kamu telah membongkar semuanya, dan juga membuat warga setempat tidak resah lagi. Makasih yah
“SELAMAT TINGGAL FAISAL, KAMI BANGGA DENGANMU” kata kami serempak sambil menangis bahagia.
“SELAMAT TINGGAL FAISAL, KAMI BANGGA DENGANMU” kata kami serempak sambil menangis bahagia.
Pengarang Cerita: Christine Early Nurjana
