Now All It’s Over

Selasa, 14 Januari 2014 | komentar

Awal saya mengenal dia itu dari jejaringan sosial (facebook) dia adalah sepupu teman saya. Awal kenalan sama dia itu selalu dihiasi dengan kebencian dan pertengkaran. Ya, itulah kami. Kami selalu saja berperang mulut. Tapi beberapa bulan kemudian semua berubah, kami semakin dekat dan keadaan membaik. Malahan kami terlihat bukan seperti musuh lagi melainkan layaknya orang yg lagi PDKT (pendekatan) hohoho.
Dan tiba saatnya dia mengatakan kalau dia ingin menjadi pacar saya. Dengan sedikit basa-basi saya menerima dia untuk menjadi pacar saya. Setelah kami jadian besoknya dia harus pergi umroh bersama keluarganya. Ya, dia pergi selama kurang-lebih satu minggu. dia membawakan saya oleh-oleh sebuah kaftan hitam dan sebuah parfum. Haha warna oleh-olehnya saja sudah pertanda buruk.
Ya, semuanya berjalan dengan baik selama satu bulan. Awalnya saya tidak pernah suka sama dia, tapi sebelum satu bulan berjalannya hubungan saya dengan dia akhirnya saya ada rasa sama dia. Mulai dari saat itu saya ingin menjalani hubungan saya dan dia dengan serius. Tapi sayang.. takdir berkata lain, dia bukan jodoh saya. Dia dijodohkan oleh orang tuanya untuk menikah dengan sepupunya. Yaa, saat itu tepat dengan hubungan kami yang sudah berjalan selama satu bulan.
Haha.. padahal pernah dia menentang keluarganya demi saya saat mereka sedang makan malam. Tapi mungkin keinginan dia untuk bersama dengan saya terlalu kecil. Hingga dia memutuskan untuk menikahi sepupunya. Tapi sebelum dia menikah, dia sempat mengabari teman saya kalau dia sangat rindu kepada saya, dia ingin dipertemukan dengan saya. Tapi lagi-lagi takdir berkata lain. Kami berdua sakit dan pertemuan itu tidak pernah terjadi.
Tepat sebulan lebih setelah kami putus, saya mendapatkan undangan perkawinan dia dengan perempuan itu yang dititipkan kepada teman saya. Dan takdir berkata lain lagi, saya saat itu sedang tidak sehat. Lagi-lagi saya tidak bertemu dengan dia.
Tapi sekarang dia sepertinya sudah hidup dengan bahagia bersama keluarga kecilnya. Dia sudah memiliki anak laki-laki, istrinya baru melahirkan minggu lalu. Walaupun saya kecewa, tapi saya selalu mendoakan yang terbaik buat dia. Sekarang saya melanjutkan hidup saya, melanjutkan sekolah saya yang akan selesai tahun depan, saya sudah bisa ikhlas setelah seminggu putus dari dia. Hidup saya cukup baik sampai saat ini, sekarang saya hanya fokus dengan sekolah saya saja. Karena setelah tamat SMK nanti saya ingin menjadi orang yang sukses hehe
Saya hanya ingin bilang ke dia: terimakasih yaa.. sebulan itu waktu yang sangat indah, terimakasih telah hadir dalam kehidupan saya, saya tidak pernah menyesal telah mengenal anda, semoga bahagia ya, jaga dia baik-baik
Terakhir kali mengingat saya kapan? Hoho sudah sepenuhnya lupakan saya yaa? Hehe i know that, longlast sampai ajal menjemput yaa, keep romantic.
Penulis Cerita: Eka Febriani
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami