Oralda gadis yang sangat cantik, matanya berbinar binar, langkahnya begitu cepat dia segera mengambil gaun cantik bewarna putih yang tergeletak di atas ranjangnya, tiba-tiba matanya melihat ada sebuah surat yang sangat bersih dan tulisanya rapih. Dia sangat penasaran lalu dilihatnya surat itu dengan seksama namun tiba-tiba air matanya mengalir deras. Oralda gadis yang malang dia harus rela melepaskan kekasihnya yang bernama Sisiliano cinta pertamanya sampai saat ini jadi yang menghadiahkan gaun putih nan cantik itu adalah Sisiliano. Sisiliano pemuda malang itu harus menikah dengan seorang gadis kaya untuk melunasi utang ayahnnya dengan ayah gadis itu.
Perayaan ulang tahun Oralda begitu meriah seluruh keluarga dan juga teman-teman Oralda datang dan disaat itulah sang ayah dan ibu Oralda mengenalkan jodoh untuk Oralda…
“Oralda sekarang kamu sudah berumur 25 tahun maka ayah ingin kamu cepat menikah. Maka ayah akan mengenalkan calon yang cocok untukmu. Ayo Ferdi”
“Hai aku Ferdi”. Dia sangat ramah senyumnya begitu memukau
“Oralda”. Jawab Oralda singkat
“Nah sekarang kalian ngobrol-ngobrol dulu sana. Ibu yakin kalian berdua bisa cepat akrab”. Ibu Orlada begitu antusias
“Oralda sekarang kamu sudah berumur 25 tahun maka ayah ingin kamu cepat menikah. Maka ayah akan mengenalkan calon yang cocok untukmu. Ayo Ferdi”
“Hai aku Ferdi”. Dia sangat ramah senyumnya begitu memukau
“Oralda”. Jawab Oralda singkat
“Nah sekarang kalian ngobrol-ngobrol dulu sana. Ibu yakin kalian berdua bisa cepat akrab”. Ibu Orlada begitu antusias
Terjadilah percakapan di antara mereka namun Oralda belum dapat melupakan Sisiliano. Hari berganti hari bulan berganti bulan mereka pun menikah namun entah mengapa Oralda belum dapat melupakan Sisiliano.
“Oralda, kamu sedang memikirkan apa?” Tanya Ferdi dia begitu lembut
“Oh tidak apa apa” Jawab Oralda berbohong
“Kalau ada masalah cerita saja. Jangan dipendam aku mau kok, dengar keluh kesahmu” Ferdi. ya Ferdi dia adalah suami yang baik
Oralda terdiam. Dia sudah berusaha untuk melupakan Sisiliano namun belum dapat. Ah, Sisiliano dimanakah kau sekarang?
“Oh tidak apa apa” Jawab Oralda berbohong
“Kalau ada masalah cerita saja. Jangan dipendam aku mau kok, dengar keluh kesahmu” Ferdi. ya Ferdi dia adalah suami yang baik
Oralda terdiam. Dia sudah berusaha untuk melupakan Sisiliano namun belum dapat. Ah, Sisiliano dimanakah kau sekarang?
Sisiliano tidak merasakan cinta apapun kepada gadis kaya bernama Tina. Dia begitu egois. Pulang malam, kumpul dengan teman-teman di bar, dan tidak memperdulikan Sisiliano. Hari-hari pemuda begitu sunyi dan hampa tanpa ada rasa cinta. Oralda lah yang ada di benaknya.
Suatu hari di taman Oralda duduk termenung. Matanya menatap langit lalu kembali menatap rumput. Sampai kapan dia harus berusaha melupakan Sisiliano?. Namun kali ini tumbuh rasa cinta di dalam lubuk hatinya. Ia sadar Ferdi adalah suami yang baik dia tidak pernah berbuat kasar kepada Oralda. Ya dia sudah melupakan Sisiliano.
Hari berganti hari bulan berganti bulan tahun berganti tahun hari-hari Oralda begitu bahagia apalagi saat ini buah cinta mereka sudah lahir dan mereka memberi nama Erick. Apalagi saat ini Erick sedang lucu-lucunya hal itu membuat Oralda semakin melupakan Sisiliano.
Lain halnya dengan pemuda malang bernama Sisiliano. Hari-harinya diwarnai dengan pertengkaran bahkan Tina menceraikan Sisiliano karena ternyata Tina adalah l*sbian. Tina mempunyai teman l*sbi bernama Sonya. Pemuda itu begitu malang hatinya pedih tidak terkira. Ia kembali mengingat Oralda gadis cinta pertamanya. Oralda, dimanakah kau sekarang?
Oralda dan Sisiliano sepasang kekasih yang telah berpisah dan saat ini Oralda sudah menjadi milik orang yaitu Ferdi suami yang sangat baik. Oralda dan Sisiliano mantan sepasang kekasih yang harus menerima kenyataan hidup yang berbeda.
Oralda dan Sisiliano mantan sepasang kekasih yang harus menjalani kisah hidup yang berbeda…
Oralda dan Sisiliano mantan sepasang kekasih yang harus menjalani kisah hidup yang berbeda…
Penulis Cerita: Mudi
