Pangeran Kesiangan

Rabu, 15 Januari 2014 | komentar

“KRINGGG” Alarm berbunyi dengan keras, hingga membuatku terbangun. ku lihat jam udah nunjukkin pukul 06.00, WAAHH!! gawat bisa telat ni!! akupun bergegas menuju kamar mandi untuk segera mandi. Gak lama kemudian aku keluar dari kamar mandi, ku ambil seragam dan langsung kukenakan.
Dalam satu menit aku sudah rapi. melihat ke arah cermin sambil berkata, “lo keren bangett boy” kataku sambil memuji diri sendiri he he he he. “nah ada satu yang kurang … ini dia” lanjutku sambil mengambil kaca mata dan mengenakannya. kaca mata berukuran agak gede yang menjadi ciri khasku selama ini selalu menjadi bagian hidupku dimanapun dan kapanpun. Karena tanpa kaca mata itu rasanya gak pede, he he he he
Tak lupa mengambil sarapan dan segera bersiap-siap menuju sekolah. Waktu udah nunjukkin pukul 06.48 dan akupun masi belum sampe. “parah, bisa telat nii”. Gumamku dengan wajah gelisah. Turun dari bus akupun langsung berlari sekencang kencangnya bagaikan serigala mengejar mangsanya. Sampai di gerbang, ku lihat Pak Kepsek yang udah dari tadi berdiri di depan gerbang sekolah, dan gak biasanya Pak Kepsek berdiri di sana.
“Adit, kenapa terlambat lagi?” Tanya Beliau kepadaku. Aku hanya terdiam kaku sambil menundukkan kepala di depan Beliau. “Lho, di tanya kok diam, Adit kenapa kamu telat lagi?” Beliau melanjutkan pertanyaannya. Tubuhku gemetar dan keringat makin menetes.”A… anu Pak, jalanan macet.” jawabku dengan agak gemetar. “Selalu saja terlambat dan Ku dengar dari Guru-Guru yang lain Kau selalu menggunakan alasan yang berbeda-beda!, Ya sudah, sana bersihkan halaman belakang sekolah” lanjut beliau.
Bagiku Hukuman adalah makanan sehari-hari karena sering banget telat, jadi udah terbiasa, he he he. Setengah jam berlalu dan hukumanku pun juga udah selesai. Untungnya di suruh bersihin halaman belakang, jadinya gak ada yang ngeliat aku deh. He he he. Akupun berjalan menuju kelas karena kurasa sudah gak ada lagi yang aku kerjakan di sini. Dari kejauhan terdengar suara, seperti ada yang berlari ke arahku, ternyata benar, Toni dan Dika tiba-tiba menepuk punggungku dari belakang mengagetkanku. Nafas mereka terengah-engah seperti habis di kejar Satpol PP, “Eh dit, dari mana aja sih?, jam segini baru kelihatan.” Tanya Tony. “Gak liat apa aku masih keringetan gini?” jawabku. “Eh iya habis ngapain kamu dit?” sambung dika. “Aku tadi telat men.” Jawabku sambil agak kecewa. “Hahahaahahaaha, lo juga si, bangun siang mulu makanya pake alarm 4 sekaligus biar gak telat.” Lanjut Tony menertawakanku. “Ah apaan sih kamu Ton, seneng banget ngetawain temennya, hahahaaha tapi bener juga idemu Ton, aku setuju.” Dika pun ikut menertawakan ku. “Wuuu, terus deh ketawain aku, eh masuk yuk udah jamnya tu.” Sahutku sambil mengajak mereka masuk. Dan kami pun masuk kelas.
Kebetulan kami bertiga satu kelas sejak kelas X SMA. sekarang kami pun duduk dikelas XII di SMA N 5 Semarang.
“KRINGG” bel berbunyi menandakan waktu pulang sekolah. Aku berjalan menghampiri Tony & Dika, kebetulan mereka jalan bareng. “Eh ada yang liat Anita gak?” tanyaku. “Anita siapa yang lo maksud?” Tony balik nanya.. “Itu loo Anak kelas XI yang paling manis hehehe, masa gak tau?” Sambungku memperjelas. “Eh itu yang di sana bukan?” Tanya Dika smbil menunjuk kea rah gerbang sekolah. “Oh iya tu dia di sana, aku kesana ya Ton, Dik.” Akupun langsung berlari menghampiri Anita dengan riang gembira.
Sesampainya di sana “Anita, pulang bareng yuk?” tanyaku pada Anita. “Eh adit, waduh ma’af dit, kebetulan Rico mau ke sini jemput aku, hehehehe maaf ya” jawab anita meminta maaf kepada ku karena menolak ajakan ku. Tiba-tiba terdengar suara motor keluaran terbaru “BRUMM” dan mendekat ke tempat kami. Ternyata itu Rico pacar baru Anita, “kenalin dit, pacarku Rico baru jadian kemarin kok.” Sahut Anita sambil senyum-senyum. Dan kamipun berjabat tangan dengan pandangan sedikit dendam. Dalam benakku “Aku yang kenal Anita sejak kecil aja belum kesampean sampe sekarang, kenapa malah dia yang jadi pacarnya.” Gumamku sambil melihat motornya. “Aditt, kenapa diem?” Tanya Anita yang melihatku terdiam sejak tadi. “Eh eh iya apa tadi Nit?” akupun spontan kaget. “Wuu, dasar kamu, eh aku duluan yaa sama Rico.” Lanjut Anita berpamitan. “Iya Nit ati-ati di jalan.” jawabku sambil memberi senyuman kecil.
“Gimana men, kok Anita malah sama cowok lain?” Tanya Dika & Tony mengagetkanku. “Eh iya gak tau tu cowoknya mungkin?” jawabku berpura-pura tidak tahu. “Hahahahahahaha, keduluan lagi lo!” Tanya Tony ngetawain aku. “Ah, udah deh ayo pulang.” Ngajak mereka pulang sambil ngalihin pembicaraan.
Kebetulan hari ini aku pulang agak telat karena harus mengerjakan tugas di rumah Tony. Sesampainya di sana aku langsung duduk dan terdiam di ruang tamu. “kenapa lu men, baru nyampe udah gak semangat gitu, capek lu?” Tanya tony padaku. “Iya nih, tumben tumbenan tu anak kayak gitu.” Lanjut Dika. “aku gak papa kok, Cuma sedikt galau aja.” Jawabku dengan senyuman kecil. “Bener lu gak papa?, ya udah deh gue ambil minuman sama makanan sekalian deh, biar gak galau lagi. hehehe.” Lanjut Tony. “Hahahaha, tau aja lu Ton, kalo si cupu lagi galau obatnya makanan.” Lanjut Dika menertawakanku. Dari tadi aku hanya terdiam gak menghiraukan mereka. “Emm, kamu juga si sering nyia nyiain waktu, kesempatan gak dateng 2x men, ingett men, inget…” Kata Dika nasehatin aku. Aku pun masih diam, Nasehat darinya seakan menampar dan membuatku sedikit tersadar. Jika aku selalu telat, maka semua tak sesuai dengan yang diharapkan. Selesai mengerjakan tugas, akupun langsung pulang.
Sepeti biasanya sampe rumah langsung mandi, selesai mandi kusiapkan beberapa senjata agar aku gak telat lagi besok pagi. Ku ambil beberapa alarm dan Ku taruh di deket kasur, tetapi…
Tetep aja bangunku siang dan selalu telat. Hingga hampir semua teman memanggilku Pangeran Kesiangan. Hehehehe sekian cerita dari ku.
Penulis Cerita: Aditama
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami