Rasa Itu Datang Ketika Pertama Bertemu Denganmu

Senin, 13 Januari 2014 | komentar

Sedikit demi sedikit cahaya telah menghilang karena hari telah memasuki senja. Terdengar suara adzan maghrib dari masjid dekat rumah Kania. Kania pun menutup jendela kamarnya dan dia akan bersiap mengambil air wudhu untuk sholat maghrib. Sebelumnya dia melihat sunrise di rumahnya yang berlantai dua itu sambil menitikkan air matanya sehingga matanya sembab.
Malam ini malam minggu. Seperti biasanya ia melewatkan malam minggunya sendirian. Tak ada yang datang ke rumahnya mengajak hang out, dan tak ada yang memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’ lagi. Kini ia benar benar kesepian, tapi memang persetan dengan malam minggu baginya.
Sorot mentari memasuki ventilasi jendela kamarnya menimbulkan tongkat tongkat lurus oranye yang panjang. “Happy Sunday Morning” ucapnya pada burung burung biru kecil yang sedang berkicau seraya membuka jendela kamar. Setelah mandi ia buka Hp-nya. Ternyata ada sms yang tak lain dari Lusi, sahabat terbaiknya yang selalu setia menjadi teman Kania.
Maaf ya Kan, gue gak bisa ke rumah lo soalnya gue lagi pergi ke Tarakan bareng keluarga gue, Itu bunyi sms Lusi untuk Kania. Minggu ini bener bener minggu yang suram, Ujar Kania dalam hati sambil memutar lagu Gloomy Sunday-nya Bjork.
Esok hari seperti biasa Kania mengayuh sepeda berkeranjangnya ke sekolah. Ia selalu datang 15 menit sebelum bel masuk berdentang. Hari ini hari Senin, dia mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
Sudah lama Kania tak konsen belajar gegara memikirkan mantan kekasihnya yang masih ia suka. Dulu mereka putus karena hal sepele hanya karena kurang perhatiannya Kevin terhadap Kania.
Ketika pulang sekolah, Kania merogoh lacinya, ia temukan sepucuk surat yang ternyata dari mantan kekasihnya dulu, yang tak lain adalah Kevin.
To: Kania
From: Kevin
Besok aku tunggu kamu di bangku taman sekolah selepas istirahat pertama. Kamu harus dateng ya!
Kania kaget bukan main ketika membaca surat itu, surat yang bikin dia menebak nebak apa yang hendak Kevin bicarakan, dia penasaran sekali. Malam harinya Kania masih terus membayangkan Kevin sedang berdua dengannya seperti dahulu. Argh, gue gak boleh flashback gini, gumam Kania lirih.
Istirahat pertama Kania menuju bangku taman, disana sudah ada cowok ganteng yang duduk bersandar di bangku taman sambil menengok kanan kiri sepertinya sedang mencari sesuatu. Kania mengira itu dia Kevin tetapi ternyata ia salah. “Hello, siapa namamu?” tanya cowok tadi.
“Kania, dan kau?” “Aku Andre, murid baru di SMP ini” Ujar cowok itu sambil memamerkan deretan giginya yang putih bersih dan rapi.
“Oh, kelas berapa?” “Kelas 9D, kalau kamu?” “Aku anak kelas 8E” balas Kania.
Sepertinya Andre sangat senang berkenalan dengan Kania. Andre meminta Kania mengajaknya jalan jalan mengelilingi sekolah barunya.
Selepas pulang sekolah, Kania baru ingat kalau tadi ia akan ketemuan sama Kevin. Aduh gimana ini, Kania kecewa terhadap dirinya mengapa ia bisa kelupaan.
Malamnya Kevin mengirim sms ke Kania menanyakan mengapa Kania tak datang. Kania pun menjelaskan sejujurnya. Kevin menjelaskan jika ia sebenarnya akan mengajak Kania balikan seperti dulu lagi. Kania kaget dan ia meminta waktu untuk memikirkan apakah ia mau atau tidak, karena dalam hati Kania ada rasa yang tak biasa ketika ia bertemu Andre.
Esok harinya di sekolah seperti ada yang dikerubungi anak anak. Ternyata mereka banyak yang suka sama Andre. “Hei Kan, lari yuk” Kata Andre sambil menggeret tangan Kania. “Eh pelan pelan dong Ndre gue cape nih baru masuk sekolah langsung lu geret tanganku segala” ucap Kania. “Eh maaf maaf gak sengaja aku Kan” ujar Andre sambil mengajak Kania duduk di bangku taman tempat pertama bertemu. “Gak masalah ko.” “Kan tadi itu banyak yang ngejar ngejar gue buat ngedapetin nomer hp gue, gue kan males nanggapinnya, mending kabur hehe” kata Andre menjelaskan. “Hahahaha, mereka keterlaluan, lihat cowok ganteng aja langsung heboh ya Ndre.” “Apa Kan? coba lo bilang sekali lagi.” “Ah sudah lupakan” ujar Kania.
Malamnya tak henti hentinya ia memikirkan Andre, Si cowok ganteng, baik, sekaligus kakak kelasnya. Apakah ini yang dinamakan move on dan cinta pada pandang pertama? Kania senyum senyum sendiri. Ia tarik selimutnya dan ia tertidur pulas.
Pagi pagi ia datang ke sekolah, Andre sudah menunggu Kania di pintu gerbang sambil melambaikan tangannya. Mereka jalan bersama, ketika sampai kelasnya, Kania masuk dan mengikuti pelajaran, sambil masih memikirkan Andre yang kini memasuki hatinya. Istirahat seperti biasa Andre dan Kania bareng pergi ke bangku taman. “Kan, gue mau bilang sesuatu.” suara Andre lirih. “Iya bilang aja.” jawab Kania tak sabaran. “Sesuatu!” kata Andre setengah berteriak. “Kenapa cemberut Kan?” “Gapapa ko”. “Iya deh gue mau serius sekarang Kan.” “Sebenernya gue cinta sama kamu Kan, mau gak kamu jadi pacar pertamaku dan my fisrt love?” “Gggg..ggu..ee gak bisa Ndre!” jawab Kania terbata bata. “Kenapa Kan?” ucap Andre Kecewa. “Maksutnya gue gak bisa nolak Ndre!” Ujar Kania sambil ketawa. “Ah kamu ni ngagetin aku aja, makasih my pretty girl” ucap Andre tersenyum. “sama sama my handsome boy” ucap Kania senang. Banyak sekali anak anak yang iri dan ingin membuat hubungan mereka putus, tetapi mereka tetap gagal memisahkan Kania dan Andre. Mereka mencintai masing masing apa adanya.
Penulis Cerita: Lena Sutanti
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami