Rindu di Tepi Langit

Jumat, 10 Januari 2014 | komentar

hufh… badanku seluruhnya rontok, dari atas sampai jempol kaki. mungkin perlu disiram dan diberi pupuk kali y? hehehehhe, yayaya, aku baru saja menyelesaikan studi masterku di bumi east java ini. senang dan puas rasanya, bisa menjawab dengan cepat dan tepat pertanyaan2, sanggahan2 dan test dari seluruh pengujiku yang rata-rata sudah lektor kepala itu. hari hari melelahkan memang telah lewat, tapi aku tahu hari yang melelahkan pasti akan tiba lagi, apa lagi tahapan revisi masih belum selesai ku hadapi. sehari setelah sidang, tubuhku sakit semua. duduk kembali didepan layar laptop tercinta ini membuatku berpikir untuk menulis, ya menulis, tiba2 teringat kalimat kalimat belakangan yang gencar menemuiku bahkan dari beberapa dosenku. when u getting married??heheheh, pasti hanya ku jawab dengan tawa khasku yang menandakan aku masih sangat muda dibanding teman teman sejenjangku, sehingga tertawa nyeleneh bagiku masih free… y elah…
suddenly, ketika aku duduk diam, pikiran ngalor ngidul gak jelas kemana, mengingat hari hariku di east java ini, pengalaman baik dan pahit, manis dan buruk, hingga kemudian mundur jauh ber mil-mil pada memori pada 2 tahun sebelum sekarang, tiba-tiba, aku merasa rindu, rindu pada seseorang, istigfar ku lafalkan, agar jika yang membawa rindu ini adalah setan, segera pergi dan menjaudh dari manusia lemah akan godaan seperti aku ini. tapi, rindu ini demikian mengalir lambat, menembus rusuk rusuk tipisku, dan merangkai sebingkai wajah dan senyum, yang dulu pernah aku temui dan hanya sebatas obrolan ringan, not more, dengan dia. ya, dia yang aku pun tak tahu kabarnya, dia yang bahkan tidak mungkin memikirkan seorang seperti ku, aku malah menaruh rindu ditengah lelah dan capekku…
ah Ya Allah, aku hanya seorang hamba yang penuh dosa, ingin kembali padaMu dalam keadaan fitrah, bahkan telah bermunajat cinta hanya padaMu, kemudian berjanji hanya MencintaiMU, karena Engkau yang tak pernah pergi , yang senantiasai beriku petunjuk, bahkan mukzizat di kala musibah besar menerpa keluarga kecilku, Engkau beriku petunjuk akan Tesisku, apa lagi yang ku cari, Rindu ini sungguh menerpa hamba kecilmu ini, rindu ini sungguh menusuk ku dalam dingin, rindu ini bahkan mencari muka di hadapanku, rindu yang tak sepantasnya aku biarkan , rindu yang seharusnya aku tepis dan lupakan, y Allah, bantu aku tuk hilangkan rindu ini, karna dia, sosok yang begitu manis dan istimewa, hamba pilihanMu, yang tiada pantas buatku, hambaMu yang baik, walau aku tak begitu dekat denganNya, dia adalah hambaMu, yang memiliki banyak kelebihan, dan aku adalah ladangnya kekurangang, dia adalah hambaMu yang pernah mencoba untuk peduli padaku, namun bukan karna apa2, kecuali rasa kasihan dia pada sesamanya, andai dia tahu, aku tak selemah itu, bahkan jika aku berada di hutan, aku masih memilikiMu, namun begitulah dia, walau sempat kecewa mendengar kabar tentang dia, aku masih saja merindukannya… duhai Gusti Allah, Bantu aku, sederhana saja, bantu aku tuk tepis rindu di tepi langit ini…
Pengarang Cerita: Rahmi
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami