Rumah Tua Itu

Sabtu, 11 Januari 2014 | komentar

Waktu itu aku sedang berlibur di sebuah desa kecil. Desa itu sangat menarik karena sepi dan jauh dari kota. Ketika aku sedang berjalan-jalan dengan adikku, aku melihat sebuah rumah dengan desain kuno. Aku dan adikku mencoba masuk ke rumah berdesain kuno itu. Ketika berjalan di lorongnya aku melihat banyak sekali hantu. Ada hantu kepala buntung, suster ngesot, kuntilanak ,pocong dan masih banyak lagi. Aku dan adikku ketakutan sekali. Aku segera menyuruh adikku keluar.
Esoknya aku menemukan sebuah surat di depan tempat yang kutinggali. Isi surat itu adalah “KALAU BERANI, DATANGLAH KE RUMAH ITU LAGI” aku merasa tertantang. Lalu aku mengajak kakakku untuk ke rumah itu lagi. Adikku juga ingin ikut karena dia takut sendirian di rumah (orangtua kami tidak ikut).
Akhirnya malam itu kami berangkat. Sesampainya di tempat itu, kakakku langsung ciut nyalinya. Tapi aku meyakinkan bahwa tidak ada apa-apa di rumah ini. Ketika memasuki lorong, seperti kemarin banyak hantu yang berkeliaran. Hawa dingin yang menyebar sangat membuat kakak dan adikku ketakutan. Aku segera menenangkan mereka agar mereka mau ikut menyelidiki rumah ini.
Kami pun tiba di sebuah ruangan cukup kuno. Di sana duduk hantu yang sangat cantik. Hantu itu mengatakan kami agar jangan takut. Kami disuruh duduk di sebuah kursi ukir-ukiran dari besi. Kami pun duduk. Tiba-tiba hantu itu berkata bahwa kami adalah bagian dari mereka. Aku dan kakakku diam saja. Sementara adikku menangis. Tiba tiba hantu itu menyuruh kami berdiri. Kami pun berdiri dan melihat ke arah kursi. Kami tergeletak tak bernyawa. Rupanya kursi yang kami duduki adalah kursi listrik.
Tamat
Pengarang Cerita: Jessica Pramesti P
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami