Stay

Minggu, 12 Januari 2014 | komentar

Yoona pov
Entah sudah berapa lama aku menunggumu, mulai pagi sampai senja, waktu tak berarti untukku saat ini, yang terpenting adalah dirimu. Kapan kau akan kembali, aku merindukanmu, sangat dan sangat. Entah bagaimana bisa aku mencintaimu, semua terjadi begitu lama dan begitu saja.
Flashback on
Author pov
Seorang gadis tengah duduk di hamparan pasir pantai yang lembut dan putih. Rambutnya beterbangan tertiup angin, paras cantiknya tak pernah pudar, seutas senyum menghiasi wajahnya, meski senyum itu adalah senyum kesedihan, kekalutan dan kegamangan yang dirasakan dalam hatinya.
“hai”
Seorang namja menyapanya lalu duduk di sebelahnya. “tengah apa dan menunggu siapa?”
“hei, kau siapa?”
“aku? Kyuhyun” jawab namja itu sambil menunjukkan gummy smile nya. Manik matanya terus mengarah ke wajah yoona, mengagumi pemilik paras yang cantik tersebut. “kau?”
“yoona” jawab yoona, ia memeluk lutunya, tak disangka butiran-butiran air matanya jatuh membasahi lututnya.
“wae?”
“aku merindukan seseorang, yang sangat kusayangi” kata yoona
“…”
“ibuku. Ia meninggalkanku sejak aku kecil.”
“pergi karena panggilan tuhan?”
Yoona menggeleng. “ibuku pergi tanpa jejak satupun, orangtuaku cerai, dan aku tak bisa mengingat apapun tentang ibuku.” katanya. “bahkan wajahnya, kyuhyun-ssi” tangisnya meledak
Kyuhyun memeluk yoona, mendekapnya erat, pandangannya jauh ke langit di atas sana. “mulai sekarang kau sahabatku, aku akan memberikan kasih sayang yang tulus untukmu, menggantikan kasih sayang yang hilang dari hidupmu”
“…”
“setiap sore menjelang senja tunggulah aku disini. Aku ada untukmu,” kyuhyun akhirnya melepaskan pelukannya
“terimakasih, kyuhyun-ah”
“sama-sama”
Mulai saat itu, mereka adalah sahabat, tak terpisahkan. Yoona sendiri tak tahu darimana asal-usul kyuhyun, dan mengapa ia selalu tak mau dijumpai selain saat sore menjelang senja. Mengapa kyuhyun tak mau mengungkap soal keluarga dan asal-usulnya, itu sama sekali tak penting untuk yoona, yang terpenting adalah kyuhyun yang selalu membukakan hati untuknya, menjadi sahabat yang tulus dan segalanya.
“aku selalu penasaran.” kata yoona “kenapa kau tak bisa menemuiku selain sore hari menjelang senja. Aku masih tak mengerti. Aku membutuhkanmu kapanpun, aku selalu nyaman berada di dekatmu”
“hanya untuk curhat? Huh.”
“haha. Tentu saja tidak” tawa yoona meledak. “aku ingin kita bisa pergi ke suatu tempat. Lama-lama aku bosan di pantai. Kita bisa ke cafe, mall, taman, danau dan lain lain.” yoona menengok ke arah kyuhyun, ia tengah memandang lautan luas.
“yoong?”
“aku ingin berkomunikasi terus denganmu” kata yoona “kau tak punya ponsel? Hei, itu tidak mungkin. Kau punya, kan?”
“haha.” kyuhyun tertawa kegamangan. “aku tak bisa yoong”
Kyuhyun menghela nafasnya. Memutar posisinya menghadap ke arah yoona. Mengeluarkan suatu benda. Kalung berliontin bulan-bintang, bulan sabit yang seolah melindungi bintang kecil di dalamnya.
“untukmu. Aku menyukaimu yoong.” ungkap kyuhyun seraya memakaikan kalung tersebut
Yoona memegang liontin kalung tersebut tak percaya, tangisnya meledak, tangis haru karena kyuhyun. Ia memeluknya.
“gomawo” ucap yoona “aku mencintaimu. Sangat. Hiks, kyuhyun-ah~ berjanjilah tak akan meninggalkanku.”
“yoong? Tapi aku.. Kurasa aku akan pergi” ucap kyuhyun gamang.
Yoona melepas pelukannya. “berapa lama?”
“entahlah”
“jangan membuatku trauma untuk kedua kali”
“aku berjanji. Aku akan segera kembali. Kurasa begitu, tunggulah aku,”
Matahari benar-benar tenggelam. Langit gelap, hanya ada gemerlap cahaya dari arah villa dekat pantai, yoona memejamkan matanya, memeluk lututnya dan membiarkan angin menembus pori-pori kulitnya sejenak. Ia membuka mata, menoleh ke arah kyuhyun, sudah tidak ada. Selalu begini. Kapan kyuhyun pergi? Siapa dia? Kenapa ia tak pernah memberitahu asal-usul nya? Pertanyaan demi pertanyaan menghantui pikirannya.
Ia akan menunggu kyuhyun sampai kapanpun.
Flashback off
Athor pov
Ini bulan ke 5, sekarang bulan februari. Pangeran senjanya-kyuhyun tak pernah datang sejak 5 bulan yang lalu.
Yoona fikir kejadian tersebut terulang kembali. Ia sudah kehilangan kasih sayang ibunya. Sekarang, apa kyuhyun akan begitu?
Yoona memejamkan matanya, angin berhembus kencang, menembus pori-pori kulitnya. T-shirt nya tak mampu menahan dingin yang dirasakannya, ia menggigil.
Tiba-tiba kehangatan menyelimuti tubuhnya, seseorang memeluk tubuhnya, yoona terperanjat dan segera membuka matanya. Kyuhyun! Ia memeluk yoona
“maafkan aku.” ucap kyuhyun serak “aku memang brengsek. Maaf maaf dan maaf.”
“kyuhyun~”
“aku mencintaimu, masih mencintaimu” ucap kyuhyun
Yoona bangkit memberontak. Ditatapnya kyuhyun nanar, matanya berkaca-kaca menahan tangis dan amarah yang siap meledak
“kyuhyun! Mengapa? Kau begitu lama? Mengapa?! Kau brengsek. Kau berjanji akan ada untukku. Tapi 5 bulan ini kyu! Aku hampir bunuh diri karenamu, 5 bulan aku susah tidur, kau lihat? Kondisiku buruk. Aku benar-benar gila tanpamu! Brengsek!!” yoona terus mengumpat kata-kata kasar.
Sementara kyuhyun hanya bisa bersimpuh dan menunduk. Ia bangkit. Kyuhyun memegang pundak yoona,
“yoong?”
Yoona kembali mengumpat dan mengomel,
Chu~
Kyuhyun menciumnya, membungkam mulut yoona. Yoona sebelumnya memberontak, lama kelamaan ia meneteskan air matanya.
Kyuhyun melepaskan ciumannya. “maafkan aku. Tenanglah. Dengarkan penjelasanku” isak kyuhyun
“…”
“yoong. Maafkan aku, sebenarnya aku bukanlah manusia.”
“apa?!”
“aku malaikat yang diutus untuk menjadi sahabat seseorang yang kesepian, aku tahu semuanya, sebelum aku bertemu dirimu, aku tahu aku akan ditugasi bersama siapa dan aku benar-benar tahu kejadiannya dan aku, mengetahui ibumu”
“dimana?!”
“ia tenang di surga. Yoong, tenanglah! Aku diutus ibumu, tapi aku benar-benar tak menyangka aku akan mencintaimu.”
“sebetulnya aku diciptakan tanpa perasaan ke lawan jenis, tapi sesuatu terjadi yoong. Di saat aku bertemu denganmu, ada rasa berbeda.”
“kenapa kau pergi?”
“senior menghukumku. Ia mengetahuiku jika aku mencintaimu, aku dikurung 5 bulan agar rasa itu hilang. Tapi aku tak bisa yoong” kata kyuhyun “dan senior melihat penderitaanmu tanpaku, ia tak tega. Ia melepaskanku. Ia akan mengubahku menjadi manusia lagi apabila aku bersamamu selamanya”
“lagi? Jadi dulu kau adalah manusia?”
“setiap orang baik yang meninggal kecuali karena bunuh diri akan dijadikan malaikat. Yang bertugas menjaga orang yang sedang broken heart sepertimu.”
Yoona kembali memeluk kyuhyun.
“jika aku tak bersamamu selamanya alias aku selingkuh, aku akan mati selamanya, tak menjadi malaikat atau apapun. Aku dianggap tak pernah lahir ataupun meninggal.”
“aku berjanji akan selalu bersamamu” ucap yoona “i’ll still love you. And i’ll stay here waiting for you. Don’t leave me. I’ll stay here and still love you.
“me too”
Chu~
Mereka berciuman kembali. Dan saat itu pula, matahari terbenam, indah. Sangat indah. Angin menerpa dan menembus pori-pori kulit mereka. Itu tak penting, yang terpenting adalah mereka selamanya~
End
Penulis Cerita: Sae Rizkina Ramada
Bagikan :

 
 
Copyright © 2014 Kotatulis - All Rights Reserved
Hak Cipta dan Ketentuan | Tentang Kami