Salam kenal all..
maklum.. pendatang baru... hehe..
Gw mau cerita pengalaman gw dulu waktu lagi pengen tau hal2 yang gaib..
lgsung ke TKP aj ye..
Ini kejadian tglx gw lpa, bulan september 2008. tepatx di Kec. Tebo Tengah Kel. Tebing Tinggi Kab. Tebo. Singkat cerita, siang itu tman gw Agus ( nama samaran) kerumah kos gw ngajak ritual penarikan barang gaib di kontrakannya, bersama temannya Dodo ( nama samaran ).
Maklum lah, saat itu kami lagi gencar2nya ikutan kegiatan sperti gtuan. Sekira pukul 20.00 wib, si Agus bel gw agar minta di belikan minyak F*NB* di toko KAMAL ( nama toko ) dan gw pun beli itu barang sbyak 2 btol besar ( 1 btl Rp. 10.000,-).
Setelah waktu yg telah di tentukan pada pukul 23.00 Wib, w pun langsung kerumah si Agus untuk mengantarkan barang2 pesanan yang sudah di tunggu. Eh... ternyata.. bukan gw aja yang ada disana,masih ada juga 3 orang lagi kwan w sudah nongkrong disana.
Magel ( nama samaran )" woi bg.. lah pindah haluan kini ko, lah main2 magic yo nampaknyo", menyapa gw saat datang ke rumah kontrakan si Agus. Gw bilang ke si Magel, Biasolah Gel.. nak cubo2 nak tau bae.. iyo apa idak ado yang mak itu.
Pukul 23.45 wib, si Dodo sudah mulai baca mantra sambil membakar menyan merah dan langsung saja terasa situasi mulai lain. Kami ber 7 pun langsung masuk ke kamar si Wahid ( nama samaran ) untuk melakukan ritual. Pas kami masuk, tiba2 si wahid lagi enak2nya tidorrr, si Agus kmudian bertanya sama si Dodo ( Para normal amatir ), Do.. idak apo2 dio ado di siko, idak ngaruh apo ? si Dodo menjawab " Idak aman lah tuh.
f*nb* pun kemudian di buka dan di jampi2, terus di siram kedinding kamar tanda di mulainya ritual penarikan barang gaib. Rencananya penarikan batu akik, mani gajah dan buluh perindu, tapi saat dilakukannya ritual, si Dodo melihat ada tuyul yang sedang Patroli Batok dan langsung saja di panggil si Dodo. Terjadilah Dialog dalam bahasa jawa ...
Tuyul : Ada apa kalian manggil aku kesini
Dodo : Kami cuman pengen kenalan, kmudian si tuyul bersalaman dengan kami.
Tuyul : Cuman itu aja.. Aku lagi banyak kerja ini, bos aku dah nunggu di rumah, nanti aku dimarahin dia.
Dodo : Kami minta duit yang kamu bawa, kalo boleh aku tukar dengan minyak f*nb*.. Gimana ?
Tuyul : mau.. tapi duitnya ambil sendiri ya, dah aku lemparkan di luar ( ruang tamu ).
Tapi cuman duit seribuan, habis ini aku mau ambil yang 50an sama 100 rbuan..
Dodo : iya, makasih.. gpp.. nanti kami minta ya yang 50an sama 100 rbuan..
Tuyul : Boleh, tapi janji ya.. itu f*nb* 1 botol penuh tak boleh kurang sdikit pun.
Dodo : Aman lah..
Situyul pun langsung pergi. Karna gw penasaran ( soalnya gw ga nampak tuh tuyul, soalnya lampu dimatikan / gelap ), gw tanya si Dodo dengan rada bingung.." Do, emang tadi ado yo tuyulny0 ? kok aku dak ngeraso apo2 ? kok di0 dak mau salam aku ( si tuyul ga mau salam gw, katanya badan gw panas kayak api, takut dia )
si Dodo pun bilang " iya Yai ( panggilan akrab / kakak ) datang dio, cma dio dak nian salaman samaoYai, kito tunggu bae yai bntar lagi jgo dio bawak duit. Kami ber 7 pun keluar kamar dengan hanya memakai sempak ( syarat keluar dari kamar ) dan memang terlihat uang 1000an berserakan di ruang tamu ( sebelumnya tidak ada apa2 dan kami semua masih berada di dalam kamar ), kami kumpulin uangnya dan masuk lagi kedalam kamar.
Setelah kami hitung uangnya cuma sebanyak 96 ribu rupiah. Penarikan pun berlanjut ( sambil menunggu si tuyul ), kali ini si Dodo membaca Mantra dengan sangat Lantang. " Bumi Gonjang Ganjing, langit kerlap kerlip.. Katon.. kemudian di sambung mantra jawa ( gw ga ngerti bahasa jawa ) dalam hitungan menit diatas mangkok putih yang di siapkan, terisi 3 pasang buluh perindu ( totalnya 6 ) dan menurut terawangan si Dodo, si Om gundo ( Genderuwo ) yang ngasih neh barang.
Cuma dalam pelaksanaan ini ritual gw agak janggal aja, soalnya sebelum ritual si Dodo minum vodka setengah botol, kmudian dia mandi Junub dan bilang ke gw," tenang Yai aku dah mandi junub lah bersih dari kotoran dan aku idak mabok yai".
Aneh aja gw, masak minum stgah botol ga mabuk, cukup mandi junub ( wajib ) sudah bersih.
Sebelum berakhirnya ritual.. keganjalan pun akhirnya terbukti..
Situyul pun datang ( sepenglihatan si Dodo, kami ber 6 ga nampak / gelap remang2 )
dengan membawa duit.. dalam bahasa jawa si dodo bertanya sama si tuyul ..
Dodo : Mana duitnya.. ini sudah kami Siapkan f*nb*nya..
Tuyul : ini duitnya, lumayan dapatnya hari ini.. mana f*nb*nya.. tiba2 saja si tuyul marah2 ( pengakuan si dodo ) ...
Plingggg.. plangggg.. Klikkk.. tringg.. ( f*nb*nya tercampak ga karuan ) langsung saja si Dodo marah2 dan langsung mencekek si tuyul ( pengakuan si dodo ) dan kemudian membakar tangan kanan situyul dan tuyulnya pun langsung terlepas dan kabur.. ternyata itu f*nb* sudah tinggal sedikit, soalnya dipake waktu menarik buluh perindu wajar aja dia marah, sempat di bilang kaum manusia memang Tukang TIPU tak bisa dipercaya( tuyul )..
Si Dodo pun kemudian memanggil perewangannya dengan membakar dupa gunung kawi, tapi anehnya.. yang masuk bukan perewangannya tapi.. jin muslim jawa yang mengaku sesepuh si Tebo.. dan langsung saja si jin itu mengucapkan salam dan kamipun dengan serentak menjawab salamnya.
Dengan logat jawa dia pun menyampaikan pesan kepada kami.. " Jangan bermain sesuatu yang TIDAK KALIAN KETAHUI, INI BUKAN PERMAINAN DAN KALIAN YANG MEMULAINYA , KALIAN JUGALAH YANG HARUS MENGAKHIRINYA, di luar sudah banyak datang jin menunggu kalian meminta barter yang disebutkan yang punya raga ini ( Dodo ).
Angga ( nama samaran ) pun langsung bertanya kembali, memang salah kami apa mbah ?. Jin itu pun menjawab " Kesalahan kalian fatal, BERMAIN - MAIN DENGAN NYAWA KALIAN "
ini bukan permainan dan jangan suka bermain sma anak kecil ( tuyul ) apa lagi MENGGANGGU mereka, karena kalian itu orang awam dan yang punya raga ini TIDAK ADA APA - APANYA ( amatir / ga sanggup ) menyelesaikan permasalahan ini .
Uang yang sudah kalian ambil jangan sesekali kalian pakai / digunakan karna akan membawa petaka. Dan sekarang yang punya tuyul sudah menyatakan perang sama kalian berhati - hatilah.
Kalau tidak kalian selesaikan masah ini, NYAWA KALIAN YANG JADI SYARATNYA. Jalan kalian cuma ada satu, Kalian harus tebus itu semua KARO SING WESI.. Jin itupun mengucapkan salam dan tiba2 saja si Dodo melayang setinggi 2 jari dari lantai kemudian terantuk antuk di dinding dan pingsan beberapa saat ( saat kesurupan lampu dihidupkan ).
Ketika Dodo sadar, dia pun menanyakan apa pesannya, langsung saja si Angga bilang kalo yang masuk bukan perewanngannya melainkan jin lain dan kamipun menceritakan apa2 saja yang terjadi.
Dodo memanggil kembali perewangannya, dan tiba2 saja.. Assalamu'alaikum.. wa'alaikum salam kami menjawab. perewangannya minta di bakarkan rokok gudang garam merah, dan gw lhat dengan jelas, setelah dikasih tu rokok..
perewangannya itu menyedot ujung rokok yang terbakar, kira3 ada 4 detik. Dan kami bilang " mbah rokoknya kebalik " kmudian perewangannya itu langsung tertawa canda ( asli ah, kalo gw pasti mutung ) kamipun menceritakan kembali dari awal sampe akhir, dan perewangannya cuma manggut2 ( seperti mengerti ).
Perewangannya juga marah dan melarang kami kalo ritual tanpa keahlian, tujuan yang jelas dan umbe rampe yang seharusnya lengkap. Keheningan pun semakin mencekam dan ternyata si Wahid ( yang tidur tadi ) ternyata ikut mendengar dan panik dengan kejadian itu.
Wahid pun membisikan " bg, mak mano nih, awak kan dak ikut2an kok jadi mak iko. Besok2 dak boleh lagi main kayak iko di kamar aku" dengan nada takut bercampur dongkol.
Kami pun di suruh nyari gunting dan pisau atau apa saja yang tajam terbuat dari besi ( arti karo sing wesi ) sama si perewangannya, tapi tak boleh keluar kamar karna sekali keluar kamar, akan terjebak didunia lain dan sangat sulit untuk kembli kedunia nyata.
Keadaan semakin panik, karna setelah kami bongkar semua yang ada di kamar tak ada juga besi yag tajam, apalagi pisau dan gunting. Setelah itu, perewangannya pun meminta untuk dimatikan lampu dan situasipun kembali gelap ( sedikit terang,cahaya dari pentilasi jendela ).
Tiba2 saja Si Dodo ( perewangannya ) sudah memegang pisau dapur dan kami ber 7 di suruh membuka kembali baju kami karna ritual permintaan maaf dan penebusan salah akan dilakukan ( ucap Angga setelah memahami pesan perewangan Dodo ).
Gw makin bertambah heran lagi, soalnya itu pisau terakhir kali adanya di dapur waktu kami mengoyak plastik es batu sebelum acara di mulai, kok bisa tiba2 ada didalam kamar.
Akhirnya eksekusipun segera dilaksanakan, semua orang ga ada yang mau duluan maju, malah semuanya bilang Gw aja yang duluan ( sial banget gw ). Gw langsung duduk bersila dan membelakangi Dodo tiba2 saja Dodo bericara ga jelas dan langsung bukk.. bak.. sing.. swing.. capp..capp.. bunyi pisau itu sudah di tusuk2 di bahu, leher dan perut gw.
Jangan ragu bg, kata Angga kalo ragu nanti Jebol bg ( tembus ). Dengar itu gw langsung pucat dah, gw serahkan semuanya sama Allah dan gw pasrah. Dari kami semu, yang berbekas / sedikit terluka beset cma gw sedangkan yang lainnya cuma luka merah2 aja.
Kami ber 7 pun menerima hal yang sama, cuma penutupan di lakukan oleh si Dodo dan berlangsung lama sekitar 4 menit dan gerakannya sangat extrim ( ngeri lah kayak debus2 gtu ) dan terdengar bunyi pisau patah.. plinggg... dan Dodo jatuh pingsan.
Lampu kami hidupkan dan kami bangunkan si Dodo, tapi ga bangun2 juga. Gw cek nafasnya ga ada, jantungnya pun detaknya sangat lambat. Panik dan bingung tiba2 saja w teringat untuk membaja doa NUR BUAT dan tangan gw seolah2 ada yang gerakan untuk menarik sesuatu dan langsung di hempaskan ke DODO. Huap.. huap.. huahh.. suara Dodo sperti orang sekarat.
waktupun smakin larut pukul 04.20 Wib kamipun menyudahi ritual yang tak jelas tersebut. Tiba2 saja Agus melihat seorang laki2 paruh baya menggunakan baju adat jawa dan memakai belangkon dalam keadaan terbalik ( Silangnya di depan / kening ) datang memasuki ruang tamu kemudian berubah menjadi barong dan hilang.
Kami pun bersepakat uang tuyul tadi tidak di gunakan dan kami selip di sajadah.Keesokan harinya, ketika si Agus mengecek uang tsb, yang tersisa tinggal 1 lbar yang 95 lmbar hilang entah kemana,
karna takut si Agus menyelipkan uang tersebut ke Al'quran karena setelah di terawang uang tersebut terdapat gambar tuyul. Setelah kejadian itu, rumah si Agus Semakin mencekam di teror jin2 yang tak jelas asal usulnya. Dan ini sebagai pelajaran bagi Gw, SEARAHKANLAH SESUATU HAL PADA AHLI ATAU PAKARNYA.. Kalo tidak mau menyesal.....
Penulis Cerita: Mana salatun
Home »
Cerita Hantu (Horor) »
Ritual berbahaya pemanggilan setan
Ritual berbahaya pemanggilan setan
Senin, 13 Januari 2014 | komentar
Bagikan :
